Gubernur NTT Ancam Patahkan Kaki Pelaku Perdagangan Manusia di NTT

Kompas.com - 10/09/2018, 18:10 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, saat menanam jagung di Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Sabtu (8/9/2018) Dokumen Humas NTTGubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, saat menanam jagung di Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Sabtu (8/9/2018)

KUPANG, KOMPAS.com - Masalah human trafficking ( perdagangan manusia) di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) mendapat perhatian serius dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Dalam pidato perdananya pada rapat paripurna istimewa DPRD NTT, Senin (10/9/2018), Viktor Laiskodat secara tegas mengancam akan mematahkan kaki pelaku perdagangan manusia.

"Kita akan kerja sama dengan Danrem Kupang dan Kapolda NTT. Yang mengirim TKI asal NTT ke luar dan menjadi budak, maka gubernur akan kasih uang untuk patahkan kakinya," tegas Viktor.

Pihaknya juga akan melakukan moratorium atau menghentikan sementara TKI asal NTT ke luar negeri.

Baca juga: Gubernur NTT: Mulai Hari Ini Kepala Dinas Harus Sesuaikan Pakaian Saat Turun Desa

Menurut Viktor, alasan dilakukan moratorium TKI karena perdagangan manusia adalah modus baru dari perbudakan di era modern.

Viktor menyebut, banyak calon TKI asal NTT yang menderita karena ditipu dan diperjualbelikan di dalam pasar gelap sebagai buruh murah, pekerja seks dan asisten rumah tangga yang tidak mendapatkan perlindungan yang layak.

Menurut kata mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu, ada banyak TKI yang dikirim pulang dalam peti jenazah.

Baca juga: Polda NTT Ungkap Modus Baru Pelaku Human Trafficking

Dia juga menukil data bahwa setiap tahun jumlah TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri terus bertambah. Pada tahun 2018 saja, sudah 72 TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri.

"Ini manusia bukan angka. Kita kehilangan saudara dan keluarga kita. Ini bukan masalah angka. Ini sesuatu yang sangat serius," imbuhnya.

Karena itu, Viktor menegaskan agar semua pelaku perdagangan manusia, harus dibasmi sampai ke akar-akarnya.

"Sebagai kompensasi, kita akan menghadirkan program kewirausahaan bagi pemuda-pemudi NTT di kota dan desa, agar mereka diberdayaan melalui keterampilan dan modal kerja, untuk mengembangkan usaha di sektor usaha mikro kecil dan koperasi," tutupnya. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Regional
Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Regional
Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Regional
Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Regional
Longsor Memutus Akses Jalan Menuju 7 Desa di Sarolangun, Jambi

Longsor Memutus Akses Jalan Menuju 7 Desa di Sarolangun, Jambi

Regional
Marahi Polisi Saat Jaga Pameran Pembangunan, Bupati Timor Tengah Utara : Suasananya Mencekam

Marahi Polisi Saat Jaga Pameran Pembangunan, Bupati Timor Tengah Utara : Suasananya Mencekam

Regional
Tak Ikut Belajar Online, Juara Kelas Itu Dipukuli Ibunya dengan Balok Kayu

Tak Ikut Belajar Online, Juara Kelas Itu Dipukuli Ibunya dengan Balok Kayu

Regional
Oknum Polisi yang Melawan Saat Ditangkap karena Simpan Sabu Ternyata Sudah 2 Tahun Desersi

Oknum Polisi yang Melawan Saat Ditangkap karena Simpan Sabu Ternyata Sudah 2 Tahun Desersi

Regional
37 Pekerja Sawit Di-PHK dan Diusir Usai Demonstrasi, Dituduh Bawa Covid-19, Telantar dengan Anak dan Bayinya

37 Pekerja Sawit Di-PHK dan Diusir Usai Demonstrasi, Dituduh Bawa Covid-19, Telantar dengan Anak dan Bayinya

Regional
Makam Usia Sehari Diduga Dibongkar dengan Piring, Kain Kafan Hilang

Makam Usia Sehari Diduga Dibongkar dengan Piring, Kain Kafan Hilang

Regional
Simpan Sabu, Oknum Polisi Melawan dengan Badik Saat Akan Ditangkap

Simpan Sabu, Oknum Polisi Melawan dengan Badik Saat Akan Ditangkap

Regional
[POPULER NUSANTARA] 2 Warga Positif Covid-19 Ingin Tularkan Virus, Ini Penjelasannya | Peserta SKB CPNS Tegal Raih Nilai Sempurna

[POPULER NUSANTARA] 2 Warga Positif Covid-19 Ingin Tularkan Virus, Ini Penjelasannya | Peserta SKB CPNS Tegal Raih Nilai Sempurna

Regional
Bocah 10 Tahun Dianiaya dengan Balok Kayu gara-gara Tak Ikut Belajar online, Ibu Kandung: Saya Menyesal

Bocah 10 Tahun Dianiaya dengan Balok Kayu gara-gara Tak Ikut Belajar online, Ibu Kandung: Saya Menyesal

Regional
Tangkap 2 Kapal Ikan Asing di Laut Natuna, TNI AL Gunakan KRI Usman Harun dan Terjunkan Tim VBSS

Tangkap 2 Kapal Ikan Asing di Laut Natuna, TNI AL Gunakan KRI Usman Harun dan Terjunkan Tim VBSS

Regional
Mabuk, Seorang Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria di Hotel, Begini Awal Kejadiannya

Mabuk, Seorang Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria di Hotel, Begini Awal Kejadiannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X