Gubernur NTT: ASN Boleh Kaya, tetapi Harus Kerja seperti Tanam Bawang

Kompas.com - 20/10/2018, 08:20 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka Lokakarya Nasional dengan tema Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof  Dr Yohanes Usfunan, di Nasipanaf, Kupang, Jumat (19/10/2018). Dokumen Humas NTTGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka Lokakarya Nasional dengan tema Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof Dr Yohanes Usfunan, di Nasipanaf, Kupang, Jumat (19/10/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebutkan bahwa aparatur sipil negara ( ASN) boleh menjadi kaya, tetapi dengan cara yang benar.

"ASN boleh kaya dengan bekerja seperti tanam kelor, tanam bawang, semangka dan lainnya. Ini tidak dilarang oleh Undang-undang," ucap Viktor saat membuka Lokakarya Nasional dengan tema "Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi" di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof Dr Yohanes Usfunan, di Nasipanaf, Kupang Jumat (19/10/2018).

Baca juga: Gubernur NTT Ancam Patahkan Kaki Pelaku Perdagangan Manusia di NTT

Viktor pun memimpikan agar ke depannya para ASN di NTT bisa mengembangkan jiwa entrepreneurship. Dunia birokrat itu, lanjut dia, sudah lama memiliki ilmu untuk menjadi manusia wirausaha.


Menurut Viktor, ASN tentu punya cara-cara strategis agar dapat tambahan penghasilan, yakni dengan cara bekerja, bukan dengan cara mencuri tapi tidak ketahuan.

Pendekatan terhadap korupsi lanjut Viktor, bukan saja soal pengawasan dan audit internal, tetapi juga bagaimana seseorang bertumbuh secara ekonomi.

"Ini cara kita ke depan agar korupsi tidak tumbuh hebat. Saya punya mimpi kalau satu saat, ada ASN yang ditangkap karena korupsi, itu bukan dari Pemerintah Provinsi NTT," ungkap Viktor.

Dalam kesempatan itu, Viktor pun bertekad akan mengubah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) NTT menjadi lebih baik. Karena korupsi berkaitan erat dengan karakter manusia.

"Hari ini IPK NTT adalah keempat yang terburuk dari seluruh Provinsi di Indonesia. Sebagai Gubernur saya ingin agar ke depan turun jauh tingkat persepsi publik terhadap korupsi penyelenggara negara di daerah ini," katanya.

Baca juga: Gubernur NTT: Saya Tidak Tertarik NTT Disebut Bali Baru

Menurut Viktor, jika semua semua pihak sama-sama berjuang mengerem tindak korupsi, maka NTT akan menjadi lebih baik. Itulah, lanjut dia, salah satu yang dimaksudkan dengan NTT Bangkit Menuju Sejahtera.

"Kita mau buktikan persepsi publik itu keliru. Korupsi itu bukan masalah undang-undang ada atau tidak, diawasi atau tidak, tetapi tentang bagaimana karakter manusia,"paparnya.

"Kita ciptakan transparansi dengan E-Budgeting, E-Planning dan E lainnya, tapi operatornya tetap manusia. Kalau manusianya tetap mau curang, tidak ada gunanya," tutur mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai Dishub Mimika Segel Kantor Sendiri, Ini Duduk Perkaranya

Pegawai Dishub Mimika Segel Kantor Sendiri, Ini Duduk Perkaranya

Regional
Angin Kencang di Dataran Tinggi Dieng, 1.092 Rumah dan 11 SD Rusak

Angin Kencang di Dataran Tinggi Dieng, 1.092 Rumah dan 11 SD Rusak

Regional
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Perusakan Mobil di Stadion Mandala Krida

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Perusakan Mobil di Stadion Mandala Krida

Regional
Fakta Kombes AW Diberhentikan Sementara dari Jabatannya, Diduga Langgar Prosedur hingga Diperiska di Mabes Polri

Fakta Kombes AW Diberhentikan Sementara dari Jabatannya, Diduga Langgar Prosedur hingga Diperiska di Mabes Polri

Regional
Sumbar Masuki Musim Penghujan, Warga Diminta Waspadai Potensi Banjir dan Longsor

Sumbar Masuki Musim Penghujan, Warga Diminta Waspadai Potensi Banjir dan Longsor

Regional
Peringati Hari Santri Nasional di Jombang, Kelompok Lintas Iman Ikut Apel dan Kirab

Peringati Hari Santri Nasional di Jombang, Kelompok Lintas Iman Ikut Apel dan Kirab

Regional
Suhu Meningkat Dampak Hari Tanpa Bayangan, Warga Diimbau Waspada

Suhu Meningkat Dampak Hari Tanpa Bayangan, Warga Diimbau Waspada

Regional
Kebakaran Hanguskan 50 Hektare Lahan di Dua Gunung di Karawang Selatan

Kebakaran Hanguskan 50 Hektare Lahan di Dua Gunung di Karawang Selatan

Regional
KPK Bantu Tertibkan Aset Milik Pemda di Sulsel Senilai Rp 6,5 Triliun

KPK Bantu Tertibkan Aset Milik Pemda di Sulsel Senilai Rp 6,5 Triliun

Regional
Polisi Olah TKP Kasus Kebakaran Hutan di Taman Nasional Gunung Tambora

Polisi Olah TKP Kasus Kebakaran Hutan di Taman Nasional Gunung Tambora

Regional
Kantor Paskibraka Bandung Terbakar, Saksi Dengar 3 Kali Ledakan

Kantor Paskibraka Bandung Terbakar, Saksi Dengar 3 Kali Ledakan

Regional
Fakta Baru Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon, Amankan 3 Buah Ponsel hingga FY Ditetapkan Tersangka

Fakta Baru Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon, Amankan 3 Buah Ponsel hingga FY Ditetapkan Tersangka

Regional
Cerita Reza, Anak Sopir Lulusan ITB IPK 3,98: Piagam Menutupi Lumut hingga Keluarga Jarang Makan Daging

Cerita Reza, Anak Sopir Lulusan ITB IPK 3,98: Piagam Menutupi Lumut hingga Keluarga Jarang Makan Daging

Regional
Gara-gara Status di Facebook, Pria di Bali Tusuk Istrinya

Gara-gara Status di Facebook, Pria di Bali Tusuk Istrinya

Regional
Pelaku Penusukan Istri di Bali Kerap Lakukan KDRT

Pelaku Penusukan Istri di Bali Kerap Lakukan KDRT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X