Diprotes Soal Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo, Ini Reaksi Gubernur NTT

Kompas.com - 20/12/2018, 15:01 WIB
Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (kanan), Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi (tengah) dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT. ASDP Indoneia Ferry (Persero) Christine Hutabarat berpose bersama sambil melompat di atas kapal Wisata KMP Komodo saat peluncuruannya di Labuan Bajo Manggarai Barat, NTT, Sabtu (1/12/2018). Kapal wisata milik PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi pada 12 Desember 2018 dengan harga tiket per orang mencapai Rp 800.000, dan diluncurkan guna mendukung kunjungan wisatawan di Taman Nasional Komodo (TNK). ANTARA FOTO/KORNELIS KAHAGubernur NTT Viktor B Laiskodat (kanan), Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi (tengah) dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT. ASDP Indoneia Ferry (Persero) Christine Hutabarat berpose bersama sambil melompat di atas kapal Wisata KMP Komodo saat peluncuruannya di Labuan Bajo Manggarai Barat, NTT, Sabtu (1/12/2018). Kapal wisata milik PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi pada 12 Desember 2018 dengan harga tiket per orang mencapai Rp 800.000, dan diluncurkan guna mendukung kunjungan wisatawan di Taman Nasional Komodo (TNK).

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, tetap bersikukuh untuk menaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, meski menuai protes dari sejumlah pihak.

"Kita tetap jalan, enggak ada urusan," tegas Viktor Laiskodat, usai menghadiri paripurna istimewa di DPRD, dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun NTT ke-60, Kamis (20/12/2018).

Menurut dia, jika pemerintah bekerja, ada pihak yang mau protes pun wacana itu tetap akan berjalan.

"Ngapain urus orang yang ribut. Kita tetap jalan terus dengan wacana kenaikan tarif ke TN Komodo," ujarnya singkat.

Baca juga: DPRD NTT Dukung Gubernur Viktor Naikkan Tarif Masuk TN Komodo

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat ingin agar para pengunjung yang ingin menyaksikan komodo harus membayar biaya yang mahal.

Viktor pun akan mengajukan ke pemerintah pusat untuk menutup beberapa akses masuk ke TN Komodo.

Menurutnya, TN Komodo itu luar biasa dan eksotik serta satu-satunya destinasi wisata di dunia yang memiliki komodo. Namun semua orang yang datang bisa seenaknya masuk.

"Sesuatu yang unik ini tidak lagi punya harga, sehingga ke depan, saya akan bicara dengan pemerintah pusat untuk kita tutup. Kita akan buat syarat, kalau masuk ke situ minimal harus bayar 500 dollar Amerika," kata Viktor saat melakukan dialog bersama civitas akademika dan pimpinan perguruan tinggi se-daratan Timor, Alor, dan Rote Ndao 2018 di Hotel Aston Kupang, Rabu (21/11/2018).

Baca juga: Gubernur NTT Akan Naikkan Tarif Masuk Pulau Komodo, Pelaku Wisata Protes

Keberatan

Sebelumnya diberitakan, Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendesak Gubernur NTT Viktor Laiskodat agar mencabut wacana kenaikan tarif masuk ke kawasan Pulau Komodo.

Wacana Viktor menaikan tarif masuk ke Pulau Komodo sebesar 500 dollar AS dianggap akan merugikan pelaku pariwisata di Labuan Bajo.

"Kami meminta Gubernur NTT melakukan press release mencabut pernyataan wacana kenaikan tarif 500 dolar AS," tegas Ketua Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Mabar (Formapp Mabar), Rafael Todowela kepada Kompas.com, Sabtu (15/12/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Regional
Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Regional
Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Regional
Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Regional
Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Regional
Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Regional
Menag: Cadar dan Celana Cingkrang Tak Terkait dengan Ketaqwaan

Menag: Cadar dan Celana Cingkrang Tak Terkait dengan Ketaqwaan

Regional
Pembersihan Dihentikan, Akses Jalan di Agam Masih Tertutup Longsor

Pembersihan Dihentikan, Akses Jalan di Agam Masih Tertutup Longsor

Regional
Buron 4 Bulan, Pelaku Pembunuhan Sadis Tertangkap Saat Sembunyi di Kandang Ayam

Buron 4 Bulan, Pelaku Pembunuhan Sadis Tertangkap Saat Sembunyi di Kandang Ayam

Regional
Masuki Musim Hujan, Hulu Sungai Citarum Bakal Ditanam 1,9 Juta Pohon

Masuki Musim Hujan, Hulu Sungai Citarum Bakal Ditanam 1,9 Juta Pohon

Regional
Polisi Tangkap Warga Pemilik Senjata Rakitan dan Amunisi di Nias

Polisi Tangkap Warga Pemilik Senjata Rakitan dan Amunisi di Nias

Regional
Jelang HUT OPM 1 Desember, Kota Jayapura Dipastikan Aman

Jelang HUT OPM 1 Desember, Kota Jayapura Dipastikan Aman

Regional
Polisi Identifikasi 6 Pelaku Penyerangan yang Menewaskan Mahasiswa UMI

Polisi Identifikasi 6 Pelaku Penyerangan yang Menewaskan Mahasiswa UMI

Regional
Kronologi 4 Siswa Disengat Tawon, 1 Pelajar SD Tewas

Kronologi 4 Siswa Disengat Tawon, 1 Pelajar SD Tewas

Regional
Angkat Isu Kesetaraan Gender, Ketua DPC PPP Karawang Nyalon Bupati

Angkat Isu Kesetaraan Gender, Ketua DPC PPP Karawang Nyalon Bupati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X