NTT Segera Luncurkan Miras "Sophia" dengan Kadar Alkohol 45 Persen

Kompas.com - 01/04/2019, 15:21 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama pejabat Undana dan sejumlah pejabat lainnya, berada di Kantor Gubernur NTT, Senin (1/4/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama pejabat Undana dan sejumlah pejabat lainnya, berada di Kantor Gubernur NTT, Senin (1/4/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) segera meluncurkan minuman keras (miras) khas daerah itu yang diberi nama Sophia (sopi asli).

Sophia itu akan diproduksi melalui kerja sama antara salah satu unit usaha di Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, dengan salah satu perusahaan lokal di NTT.

Kepastian peluncuran Sophia itu diawali dengan penandatangan MoU antara Rektor Undana Kupang Fredrik Lukas Benu, dengan distributor Miras Sophia di Ruangan Rapat Gubernur NTT, Senin (1/4/2019).

Penandatangan MoU itu disaksikan langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat akan Cabut Larangan Produksi Minuman Keras Lokal di NTT

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, Sophia ini diharapkan akan menyaingi miras cap tikus dari Manado, Sulawesi Utara.

Menurut Viktor, untuk meluncurkan miras Sophia ini, pemerintah membangun kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang untuk melakukan penelitian dan pengkajian terkait minuman yang akan diluncurkan itu.

Viktor menyebut, miras khas NTT itu dihasilkan dari pohon aren dan enau yang selama ini sudah dijual masyarakat atau usaha kecil mikro menengah yang akan diambil untuk diolah lagi menjadi Sophia.

"Minuman seperti moke, sopi dan arak yang dijual masyarakat akan dibeli pemerintah dan diolah lagi menjadi Sophia," ujar dia.

"Kadar alkohol minuman sophia ini sekitar 45 persen, dan pada tahap pertama akan diproduksi sebanyak 12.000 botol," sambungnya.

Viktor memastikan, Miras sophia akan diluncurkan pada Juni 2019 mendatang.

Baca juga: Mabuk Miras, Seorang Ayah di Bandung Cabuli Putrinya hingga Hamil

Menurut Viktor, saat ini telah dikembangkan tiga jenis minuman Sophia, dan dua jenis sudah siap untuk produksi, sedangkan satu jenisnya masih dalam pengembangan agar bisa setara dengan dua jenis lainnya.

"Saya sudah coba tiga jenis sopi yang dibuat oleh Undana. Dua rasanya enak dan beda dengan sake dari Jepang," ujar dia.

Rencananya Sophia ini, akan dipasarkan hingga luar negeri seperti di Timor Leste dan Australia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KUA Tutup 1 Jam sehingga Ijab Kabul Terpaksa Mundur, Kepala KUA Diberi Sanksi

KUA Tutup 1 Jam sehingga Ijab Kabul Terpaksa Mundur, Kepala KUA Diberi Sanksi

Regional
Kostum Keraton Agung Sejagat Dijahit di Bantul, Sempat Dikira untuk Drumband

Kostum Keraton Agung Sejagat Dijahit di Bantul, Sempat Dikira untuk Drumband

Regional
Cerita Pelajar SMP Meraup Berkah dari Banjir Kahatex yang Lumpuhkan Jalan Bandung-Garut

Cerita Pelajar SMP Meraup Berkah dari Banjir Kahatex yang Lumpuhkan Jalan Bandung-Garut

Regional
Pengiriman Manggis Tasikmalaya ke China Dihentikan Akibat Wabah Virus Corona

Pengiriman Manggis Tasikmalaya ke China Dihentikan Akibat Wabah Virus Corona

Regional
Hoaks Wisatawan China di Pelabuhan Sekupang Terjangkit Virus Corona

Hoaks Wisatawan China di Pelabuhan Sekupang Terjangkit Virus Corona

Regional
63 Rumah Terdampak Banjir Lumpur Bondowoso, 2 Orang Terluka

63 Rumah Terdampak Banjir Lumpur Bondowoso, 2 Orang Terluka

Regional
KUA Tutup Ditinggal Melayat, Ijab Kabul Pasangan Pengantin Mundur

KUA Tutup Ditinggal Melayat, Ijab Kabul Pasangan Pengantin Mundur

Regional
Naik Pikap Seusai Pengajian, Santri Ponpes Jombang Dibacok

Naik Pikap Seusai Pengajian, Santri Ponpes Jombang Dibacok

Regional
30 Ton Sampah Diangkat dari Bendungan Walahar, Kebanyakan Eceng Gondok

30 Ton Sampah Diangkat dari Bendungan Walahar, Kebanyakan Eceng Gondok

Regional
Pemprov Kaltim Siapkan Daftar Inventarisasi Masalah untuk RUU Ibu Kota Negara

Pemprov Kaltim Siapkan Daftar Inventarisasi Masalah untuk RUU Ibu Kota Negara

Regional
Korban Tewas Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah Bertambah Jadi 7 Orang

Korban Tewas Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah Bertambah Jadi 7 Orang

Regional
Pengakuan Siswi SMP di Makassar yang Hilang 12 Hari, Diculik dan Disiksa

Pengakuan Siswi SMP di Makassar yang Hilang 12 Hari, Diculik dan Disiksa

Regional
Dua Jasad Pria Penuh Luka Ditemukan di Saluran Air Persawahan

Dua Jasad Pria Penuh Luka Ditemukan di Saluran Air Persawahan

Regional
 Diejek Gendut, Pria ini Bunuh Teman Kerja dan Bakar Mayatnya di Tumpukan Jerami

Diejek Gendut, Pria ini Bunuh Teman Kerja dan Bakar Mayatnya di Tumpukan Jerami

Regional
Ayah yang Menghamili Anak di Kediri Ditinggal Istri Jadi TKW

Ayah yang Menghamili Anak di Kediri Ditinggal Istri Jadi TKW

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X