Universitas Nusa Cendana Kupang Produksi Miras Tradisional Sophia

Kompas.com - 19/06/2019, 16:25 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sedang memegang sebotol minuman keras Sophia yang diproduksi Undana Kupang, Rabu (19/6/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sedang memegang sebotol minuman keras Sophia yang diproduksi Undana Kupang, Rabu (19/6/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), resmi meluncurkan minuman tradisional Sophia (Sopi asli) di UPT Laboratorium Riset Terpadu Biosain Undana, Rabu (19/6/2019).

Hadir dalam peluncuran itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laikodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Rektor Undana, Fredrik L Benu, Komandan Lantamal VII Kupang Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang, Komandan Lanud El Tari Kupang Kolonel Pnb Agus Setiawan, perwakilan dari Polda NTT dan sejumlah pejabat lainnya.

Rektor Undana Kupang Fredrik L Benu mengatakan, pihaknya mengeluarkan dua jenis Shopia yakni berwarna merah dan putih.

"Kalau Sophia warna merah itu kadarnya 20 persen, sedangkan yang warna putih itu kadarnya 40 persen," ungkap Benu.

Baca juga: Keberhasilan Sake Jadi Motivasi Gubernur NTT Ciptakan Miras Sophia

Menurut Benu, pihak universitas mempunyai tanggung jawab moril terhadap pembangunan kemasyarakatan.

"Kami sebagai badan layanan umum, mempunyai kontrak kinerja yang harus kami penuhi, dan tahun ini saya wajib menghasilkan produk inovatif yang siap dikerjasamankan dengan pihak swasta untuk tujuan komersil," kata Benu.

Benu mengatakan, kontrak kinerja itu dia tanda tangani bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di atas materai.

"Inilah yang saya penuhi kontrak kinerja saya dengan Pak Menteri dan bekerja sama dengan pihak swasta untuk produk komersial hasil penelitian laboratorium kami dengan difasilitasi oleh pemerintak provinsi. Produk ini yakni Sophia," kata Benu.

Baca juga: Produksi Miras Sophia, Anggota DPRD Sebut Pemprov NTT Abaikan Dampak Negatif

Benu mengatakan, pihaknya hanya bertugas untuk menghasilkan produk yang benar-benar berkualitas. Namun, soal bisnis untuk produk dipasarkan, menjadi tanggung jawab pihak swasta sesuai dengan hasil MoU sebelumnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, berterima kasih kepada Undana yang telah mengeluarkan produk Sophia yang memiliki kualitas yang bagus.

"Sophia ini merupakan produk hasil riset terbaik yang dimiliki oleh Undana. Dalam teori kolaboratif, perguruan tinggi, pemerintah, pengusaha dan masyarakat serta lembaga keuangan, hari ini lengkap ada di sini,"kata Viktor.

"Menurut saya kita patut berbangga dan berterima kasih kepada Undana yang telah melakukan langkah terobosan yang luar biasa terhadap itu," sambung Viktor.

Pemerintah provinsi NTT, sebut Viktor, akan menyiapkan regulasi yang baik untuk minuman ini.

Viktor berharap, minuman ini bisa berkembang dengan baik di NTT hingga ke luar daerah bahkan ke luar negeri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Regional
Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Regional
Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Regional
Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Regional
Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Regional
Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Regional
Menag: Cadar dan Celana Cingkrang Tak Terkait dengan Ketaqwaan

Menag: Cadar dan Celana Cingkrang Tak Terkait dengan Ketaqwaan

Regional
Pembersihan Dihentikan, Akses Jalan di Agam Masih Tertutup Longsor

Pembersihan Dihentikan, Akses Jalan di Agam Masih Tertutup Longsor

Regional
Buron 4 Bulan, Pelaku Pembunuhan Sadis Tertangkap Saat Sembunyi di Kandang Ayam

Buron 4 Bulan, Pelaku Pembunuhan Sadis Tertangkap Saat Sembunyi di Kandang Ayam

Regional
Masuki Musim Hujan, Hulu Sungai Citarum Bakal Ditanam 1,9 Juta Pohon

Masuki Musim Hujan, Hulu Sungai Citarum Bakal Ditanam 1,9 Juta Pohon

Regional
Polisi Tangkap Warga Pemilik Senjata Rakitan dan Amunisi di Nias

Polisi Tangkap Warga Pemilik Senjata Rakitan dan Amunisi di Nias

Regional
Jelang HUT OPM 1 Desember, Kota Jayapura Dipastikan Aman

Jelang HUT OPM 1 Desember, Kota Jayapura Dipastikan Aman

Regional
Polisi Identifikasi 6 Pelaku Penyerangan yang Menewaskan Mahasiswa UMI

Polisi Identifikasi 6 Pelaku Penyerangan yang Menewaskan Mahasiswa UMI

Regional
Kronologi 4 Siswa Disengat Tawon, 1 Pelajar SD Tewas

Kronologi 4 Siswa Disengat Tawon, 1 Pelajar SD Tewas

Regional
Angkat Isu Kesetaraan Gender, Ketua DPC PPP Karawang Nyalon Bupati

Angkat Isu Kesetaraan Gender, Ketua DPC PPP Karawang Nyalon Bupati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X