Marak Praktik Pungli, Ombudsman NTT Minta Ada Aturan Tegas untuk Sekolah

Kompas.com - 05/07/2019, 16:00 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) menemukan praktik pungutan liar atau pungli di sejumlah sekolah negeri di Kota Kupang

Darius Beda Daton, Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, menyebut, ada laporan sejumlah orangtua murid mengeluhkan pungutan di sebuah sekolah negeri yang berkedok sumbangan pendidikan.

"Hasil pantauan penerimaan peserta didik baru (PPDB) kami mendapati bahwa para orang tua siswa masih mengeluhkan pungutan ketika mendaftarkan kembali anaknya pada sekolah negeri," katanya di Kupang, Jumat, seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Orangtua Calon Siswa Masih Bingung dengan Zonasi PPDB SMA

Darius menjelaskan, di salah satu SMA Negeri di Kota Kupang, pihaknya mendapat informasi bahwa ada pungutan di tahap pertama berupa uang SPP tiga bulan sebesar Rp450.000 per siswa.

Lalu, sumbangan delapan standar pendidikan Rp 350.000 ditambah kebutuhan individu dengan total keseluruhan sebesar Rp 1.250.000.

Selanjutnya, pungutan untuk pembayaran SPP hingga tahap keempat dengan nilai per tahap mencapai Rp 450.000.

"Nilai pungutan di sekolah negeri untuk setiap bulan atau tahun juga bukan angka yang terbilang kecil," katanya.

Baca juga: Keberadaan Burung Garuda Kembali Ditemukan

Darius berharap segera ada regulasi yang mengatur, pungutan di sekolah merupakan sejenis retribusi, pajak, penerimaan negara, dan bukan pajak (PNBP) maupun jenis pungutan lain yang legal.

"Artinya harus ada payung hukum yang memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk melakukan pungutan," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Antara dengan judul: Orang tua siswa mengeluh pungutan di sekolah negeri



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Regional
Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Regional
Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Regional
Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Regional
Longsor Memutus Akses Jalan Menuju 7 Desa di Sarolangun, Jambi

Longsor Memutus Akses Jalan Menuju 7 Desa di Sarolangun, Jambi

Regional
Marahi Polisi Saat Jaga Pameran Pembangunan, Bupati Timor Tengah Utara : Suasananya Mencekam

Marahi Polisi Saat Jaga Pameran Pembangunan, Bupati Timor Tengah Utara : Suasananya Mencekam

Regional
Tak Ikut Belajar Online, Juara Kelas Itu Dipukuli Ibunya dengan Balok Kayu

Tak Ikut Belajar Online, Juara Kelas Itu Dipukuli Ibunya dengan Balok Kayu

Regional
Oknum Polisi yang Melawan Saat Ditangkap karena Simpan Sabu Ternyata Sudah 2 Tahun Desersi

Oknum Polisi yang Melawan Saat Ditangkap karena Simpan Sabu Ternyata Sudah 2 Tahun Desersi

Regional
37 Pekerja Sawit Di-PHK dan Diusir Usai Demonstrasi, Dituduh Bawa Covid-19, Telantar dengan Anak dan Bayinya

37 Pekerja Sawit Di-PHK dan Diusir Usai Demonstrasi, Dituduh Bawa Covid-19, Telantar dengan Anak dan Bayinya

Regional
Makam Usia Sehari Diduga Dibongkar dengan Piring, Kain Kafan Hilang

Makam Usia Sehari Diduga Dibongkar dengan Piring, Kain Kafan Hilang

Regional
Simpan Sabu, Oknum Polisi Melawan dengan Badik Saat Akan Ditangkap

Simpan Sabu, Oknum Polisi Melawan dengan Badik Saat Akan Ditangkap

Regional
[POPULER NUSANTARA] 2 Warga Positif Covid-19 Ingin Tularkan Virus, Ini Penjelasannya | Peserta SKB CPNS Tegal Raih Nilai Sempurna

[POPULER NUSANTARA] 2 Warga Positif Covid-19 Ingin Tularkan Virus, Ini Penjelasannya | Peserta SKB CPNS Tegal Raih Nilai Sempurna

Regional
Bocah 10 Tahun Dianiaya dengan Balok Kayu gara-gara Tak Ikut Belajar online, Ibu Kandung: Saya Menyesal

Bocah 10 Tahun Dianiaya dengan Balok Kayu gara-gara Tak Ikut Belajar online, Ibu Kandung: Saya Menyesal

Regional
Tangkap 2 Kapal Ikan Asing di Laut Natuna, TNI AL Gunakan KRI Usman Harun dan Terjunkan Tim VBSS

Tangkap 2 Kapal Ikan Asing di Laut Natuna, TNI AL Gunakan KRI Usman Harun dan Terjunkan Tim VBSS

Regional
Mabuk, Seorang Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria di Hotel, Begini Awal Kejadiannya

Mabuk, Seorang Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria di Hotel, Begini Awal Kejadiannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X