Setahun Pimpin NTT, Viktor Laiskodat: Masih Banyak yang Belum Dicapai

Kompas.com - 12/09/2019, 16:54 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, saat bertemu dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Kamis (24/1/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREWakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, saat bertemu dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Kamis (24/1/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi, genap setahun memimpin provinsi yang berbasis kepulauan itu.

Pasangan dengan nama tagline Viktory-Joss, resmi dilantik bersama pasangan gubernur dan wakil gubernur lainnya di Istana Negara Jakarta, pada 5 September 2018 lalu.

Setelah dilantik, dalam pidato perdana di rapat paripurna istimewa DPRD NTT, pada 10 September, Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut sejumlah program yang bakal diusungnya selama memimpin Provinsi NTT lima tahun ke depan.


Viktor mengatakan, dia dan wakil gubernur Yosef Nae Soi akan fokus pada lima program, yakni pariwisata, kesejahteraan rakyat, sumber daya manusia, infrastruktur dan reformasi birokrasi.

Baca juga: Gubernur Viktor: Ekonomi Kerakyatan di NTT Akan Melejit

Rincian program-program ini sudah disampaikan berulang-ulang oleh Victory-Joss saat berkampanye.

Tetapi, dari lima program tersebut, pembangunan bidang pariwisata akan menjadi fokus utama atau lokomotif pembangunan di NTT.

Setelah setahun berlalu, Viktor mengaku, program kerja yang direncanakan itu masih belum tercapai

"Banyak yang belum dicapai. Masih berat dan masih kami kerja lagi," ungkap Viktor, dalam wawancara bersama Kompas.com, di Kupang, Senin (9/9/2019).

Untuk itu, lanjut Viktor, pihaknya akan melakukan sejumlah evaluasinya untuk mencapai target yang direncanakan.

"Yang pasti, sudah ada cara berpikir dari birokrat untuk bagaimana mengejar mimpi, dan mimpi itu sudah ada, tapi belum ada sinergi yang baik," kata Viktor.

Evaluasi yang pertama, sebut Viktor, yakni meningkatkan sumber daya manusia, dengan mengirim belajar ke luar negeri. Kemudian, soal pertanian dan peternakan serta pariwisata sebagai lokomotif.

"Ini masih belum bergerak sesuai seperti yang kami inginkan," ujar Viktor.

Viktor mengaku, tidak punya program baru di tahun 2020, karena tetap fokus di pertanian, peternakan dan pariwisata.

Baca juga: Wilayah Hutan dan Lahan di NTT Paling Luas Terbakar Menurut BNPB, Ini Kata Gubernur Viktor

Hanya sekarang, kata Viktor, selain evaluasi, juga dilakukan pengembangan tiga program besar itu.

"Contohnya pulau-pulau di NTT ini kan kering dan tidak ada air, sehingga pada saat hujan turun, airnya akan kami jebak, sebanyak-banyaknya," kata Viktor.

"Saya sudah minta ke beberapa perusahaan untuk bantu kita dengan eskavator. Saya harapkan kalau kita punya 25 eskavator sekaligus dalam satu tempat, maka satu sungai itu akan terbendung secepatnya untuk pertanian dan peternakan," sambung Viktor.

Viktor berharap, pada tahun 2020 nanti, akan ada peningkatan atau lonjakan yang baik dalam program yang direncanakan itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Regional
Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Regional
PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

Regional
Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Regional
Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Regional
Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Regional
Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Regional
Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Regional
Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Regional
Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Regional
Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Regional
Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X