Minuman Sophia, dari Cerita Gubernur NTT hingga Dikritik Anggota Dewan

Kompas.com - 13/01/2020, 12:13 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laikoda, sedang memegang minuman keras Sophia di Undana Kupang, Kamis (20/6/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur NTT Viktor Bungtilu Laikoda, sedang memegang minuman keras Sophia di Undana Kupang, Kamis (20/6/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Minuman keras Sophia khas Nusa Tenggara Timur (NTT), kini resmi dijual di pasaran dengan harga Rp 750.000 per botol ukuran 750 mililiter.

Minuman yang memiliki kadar alkohol 40 persen itu hanya dijual di Toko NAM, yang terletak di Jalan Siliwangi Kampung Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Setelah resmi dijual pada 20 Desember 2019 lalu, yang bertepatan dengan hari jadi Provinsi NTT, Sophia telah terjual sebanyak 40 botol.

Para pembeli Sophia bukan hanya warga NTT saja, tapi ada juga dari pulau lain di Indonesia.

"Saat ini, stok yang tersisa di toko masih sekitar 30 sampai 40 botol," ujar pemilik PT NAM Leonard A Anthonius kepada Kompas.com di kediamannya, Jumat (10/1/2020).

Berawal dari ide Gubernur

Ide untuk menciptakan minuman keras asli NTT dengan harga mahal, pertama kali dicetuskan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada 2018 lalu.

Viktor menceritakan tentang awal mula dirinya memiliki ide untuk menciptakan sopi, minuman beralkohol khas NTT dengan cita rasa tinggi dan harga yang mahal.

Viktor mengatakan, beberapa waktu lalu dia mengikuti pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Jepang.

Saat itu, salah satu perusahaan melalui pimpinannya yang merupakan seorang anak muda, mempresentasikan tentang minuman keras asal Jepang, yakni sake.

"Kami yang hadir dalam forum itu kemudian disuruh mencoba minum sake. Saya pun lalu minum," ujar Viktor beberapa waktu lalu.

Viktor merasa tertarik, saat pemilik perusahaan itu mengatakan bahwa mereka akan membuat sake dan mengalahkan seluruh miras terbaik di dunia.

"Dia mengatakan, sake akan menjadi minuman termahal di dunia," kata Viktor.

Mendengar itu, Viktor kemudian berbisik ke seorang temannya asal Prancis yang duduk persis di sampingnya, bahwa perusahaan itu sedang bermimpi.

"Saya bilang, mereka mungkin lagi mimpi. Mana mungkin mau kalahkan Wine Petrus 1982 yang harganya hampir mencapai Rp 150 juta per botol. Tapi rupanya memang hari ini, harga sake lebih mahal," kata Viktor.

Baca juga: Minuman Sophia Khas NTT Mulai Dijual, Per Botol Rp 750.000

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X