Cegah Virus Corona, Penumpang Kapal Pesiar Berbendera Australia Diperiksa di NTT

Kompas.com - 01/03/2020, 15:13 WIB
Ilustrasi virus corona covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona covid-19

KUPANG, KOMPAS.com - Tim gabungan dari Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina Kesehatan Pelabuhan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memeriksa sebuah kapal pesiar berbendera Australia yang singgah di Perairan Desa Tablolong, Kabupaten Kupang.

Pemeriksaan difokuskan terhadap penumpang kapal yang berjumlah 47 orang dan 35 orang anak buah kapal, untuk mengantisipasi masuknya virus corona.

Kepala Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan Tenau Kupang Engky Yandres Yosua, kepada sejumlah wartawan mengatakan, saat kapal itu tiba di Perairan Kupang, pemeriksaan dilakukan kepada seluruh penumpang.

Baca juga: Khawatir Virus Corona, Kapal Pesiar asal Australia Ditolak Berlabuh di Alor

Pemeriksaan itu, lanjut Engky, dilakukan dengan menggunakan thermo scanner, untuk mengukur suhu tubuh para penumpang.

"Ini dilakukan untuk mendeteksi dini para penumpang dari virus Covid-19," ujar Engky, di Kupang, Minggu (1/3/2020).

Selain menggunakan thermo scanner, lanjut Engky, pihaknya juga melakukan disinfektan terhadap seluruh penumpang dan anak buah kapal.

Engky menyebut, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap peralatan kesehatan, obat-obatan, kebersihan dalam kapal, serta sanitasi.

"Kami juga lakukan pengarahan, sehingga para penumpang dan anak buah kapal dapat hidup bersih selama berada di atas kapal. Kami juga imbau agar para penumpang selalu gunakan masker sebagai alat pelindung diri," tutur dia.

Baca juga: Detik-detik Perahu Terbalik Berujung 4 Orang Hilang di Sungai Brantas

"Pemeriksaan di atas kapal sudah sesuai dengan standar operasional prosedur dan Undang-Undang Karantina Nomor 6 Tahun 2018. Semua kru dan penumpang diperiksa dan terpantau seluruh suhu tubuh normal," sambung dia.

Selanjutnya, pemeriksaan yang lainnya terkait dengan dokumen, semuanya memenuhi syarat.

Setelah dinyatakan aman dari virus corona dan dokumen kapal yang lengkap, akhirnya kapal itu kembali berlayar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X