Oknum TNI Aniaya Buruh Bangunan di Posko Covid, karena Korban Cuek

Kompas.com - 02/06/2020, 14:31 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KUPANG, KOMPAS.com - Nasib nahas menimpa Markus Selan (22).

Buruh bangunan asal Desa Oe'ekam, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), itu babak belur dianiaya seorang anggota TNI berinisial AB.

Markus dianiaya oleh AB yang juga adalah Babinsa di Desa Naefatu, Kecamatan Santian, TTS.

Tak terima dianiaya, Markus kemudian didampingi sejumlah aktivis Pospera Kabupaten TTS melapor ke Polres dan Kodim 1621 TTS.

Saat dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya Selasa (2/6/2020) siang, Markus mengaku, selain dia, seorang temannya bernama Yandres Ferdinan Maunaben (21), juga menjadi korban penganiayaan AB.

Baca juga: Sapi yang Kabarnya Viral Dinaiki ke Minimarket Dibeli Polisi Seharga Rp 85 Juta

"Saya dan teman saya dianiaya pada Minggu malam," ujar Markus.

Kejadian itu, kata Markus, bermula ketika dia berboncengan sepeda motor bersama Yandres, dari Desa Nunkolo ke Kecamatan Santian, untuk mengantar bekal makanan buat rekan-rekan tukang yang kerja proyek bangunan.

Namun, saat tiba di Desa Naifatu atau di posko Covid-19, ada sejumlah petugas posko lebih dari lima orang termasuk AB.

Di posko itu, jalan raya pun dipalang oleh para petugas menggunakan bambu dan keduanya dipersilahkan melintas.

"Tapi, pada saat palang bambu di jalan itu diangkat dan kami lewat kurang lebih dua meter, Pak Babinsa panggil kami naik ke atas posko, karena posisi posko di atas bahu jalan kurang lebih 60 sentimeter," ungkap Markus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPU Karawang Tunda Penetapan Paslon Terpilih

KPU Karawang Tunda Penetapan Paslon Terpilih

Regional
Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Pramugari Sriwijaya Air Mia Trestyani di Rumah Duka

Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Pramugari Sriwijaya Air Mia Trestyani di Rumah Duka

Regional
Istri Meninggal, Pasien Covid-19 di Tangerang Nekat Mudik ke Purbalingga

Istri Meninggal, Pasien Covid-19 di Tangerang Nekat Mudik ke Purbalingga

Regional
Cuaca Ekstrem, Nelayan di Sumsel Tidak Berani Melaut

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Sumsel Tidak Berani Melaut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

Regional
Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Regional
Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Regional
10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

Regional
Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

Regional
Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Regional
'Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka'

"Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka"

Regional
Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X