Sambut KTT G20 dan ASEAN Summit 2023, Investor Diberi Kesempatan Kelola Pulau Kelor

Kompas.com - 26/07/2020, 10:29 WIB
Tembok Bertuliskan Pulau Kelor akan menyambut wisatawan ketika berkunjung ke sini, Kamis (10/10/2019). Nicholas Ryan AdityaTembok Bertuliskan Pulau Kelor akan menyambut wisatawan ketika berkunjung ke sini, Kamis (10/10/2019).

KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan kesempatan kepada para investor untuk mengelola Pulau Kelor di Kabupaten Manggarai Barat, yang akan menjadi salah satu obyek wisata yang akan dikunjungi para peserta KTT G20 dan ASEAN  Summit 2023.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, sejumlah pulau di Kabupaten Manggarai yang menjadi destinasi tersebut merupakan kewenangan Provinsi NTT.

"Tentunya yang pemerintah provinsi siapkan itu adalah membuka kesempatan kepada para investor untuk bisa mengelola pulau-pulau itu," kata Marius saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (25/7/2020) malam.

Baca juga: Pulau Kelor Berbenah Sambut KTT G20 dan ASEAN Summit 2023

Pemprov NTT memberikan kesempatan kepada para investor untuk bisa mendesain pulau tersebut.

Namun desain harus sesuai dengan regulasi dengan menjaga 40 persen lebih kawasan hutan.

"Itu ada aturannya, tapi pemerintah provinsi memberi peluang untuk investor mengelola pulau itu dengan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku," ucap dia.

Baca juga: Warga yang Depan Rumahnya Ditembok Tetangga karena Kotoran Ayam Menang di Pengadilan

Selain itu, jika investor ingin membuka pelabuhan pribadi untuk kapal, maka harus izin pemerintah provinsi karena kewenangan provinsi itu sampai dengan 12 mil laut.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, lanjut Marius, juga menghendaki di Pulau Rinca dibuka mass tourims, yang di dalamnya ada UMKM dan ekonomi kreatif.

Sedangkan pulau-pulau lain di antaranya Padar, Komodo, Kelor dirancang menjadi destinasi ekslusif.

Panorama di Pulau Kelor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS/AGUS SUSANTO Panorama di Pulau Kelor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Artinya, benar-benar ekosistem terjaga dan terpelihara dengan baik, khususnya Pulau Komodo yang ada biawak komodonya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 7 Tahun, Terbongkar Usai Tahu Tantenya Juga Nyaris Jadi Korban

Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 7 Tahun, Terbongkar Usai Tahu Tantenya Juga Nyaris Jadi Korban

Regional
PKB dan PBB Gabung PDI-P Usung Petahana dan Adik Menaker di Pilkada Mojokerto

PKB dan PBB Gabung PDI-P Usung Petahana dan Adik Menaker di Pilkada Mojokerto

Regional
Pria Ini Perkosa Anak Kandung Selama 7 Tahun

Pria Ini Perkosa Anak Kandung Selama 7 Tahun

Regional
4 Kisah Buaya Seret Tubuh Warga, Anak Istri Menjerit-jerit dan Selamat dengan Luka Robekan

4 Kisah Buaya Seret Tubuh Warga, Anak Istri Menjerit-jerit dan Selamat dengan Luka Robekan

Regional
Kronologi Hilangnya Tas Berisi Dana Desa Rp 161 Juta di Tempat Penitipan Toko

Kronologi Hilangnya Tas Berisi Dana Desa Rp 161 Juta di Tempat Penitipan Toko

Regional
Tak Perlu Rapid Test, Penumpang Kereta Pandanwangi Wajib Bermasker dan Lengan Panjang

Tak Perlu Rapid Test, Penumpang Kereta Pandanwangi Wajib Bermasker dan Lengan Panjang

Regional
Begal Rampas Motor Pasangan yang Sedang Pacaran, Pukul Kepala Korban dengan Martil

Begal Rampas Motor Pasangan yang Sedang Pacaran, Pukul Kepala Korban dengan Martil

Regional
Usai Tengok Orang Sakit, Pedagang Pasar di Madiun Ini Meninggal Terpapar Corona

Usai Tengok Orang Sakit, Pedagang Pasar di Madiun Ini Meninggal Terpapar Corona

Regional
Fakta di Balik Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya, Jatuh dari Truk dan Pergi Tak Pamit

Fakta di Balik Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya, Jatuh dari Truk dan Pergi Tak Pamit

Regional
Merasa Ditelikung, Kerabat Luhut Protes Gagal Dampingi Bobby Naustion di Pilkada Kota Medan

Merasa Ditelikung, Kerabat Luhut Protes Gagal Dampingi Bobby Naustion di Pilkada Kota Medan

Regional
Cerita Elivina, Guru Bergaji Rp 200.000, Berjualan dan Memikul Kemiri, Jalan Belasan Kilometer

Cerita Elivina, Guru Bergaji Rp 200.000, Berjualan dan Memikul Kemiri, Jalan Belasan Kilometer

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai | Oknum Polisi Jadi Pengedar Narkoba

[POPULER NUSANTARA] Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai | Oknum Polisi Jadi Pengedar Narkoba

Regional
Di Teluk Ambon, Carol Marie Menghilang...

Di Teluk Ambon, Carol Marie Menghilang...

Regional
Pedagang Meninggal karena Covid-19, Pasar Nglames Madiun Ditutup

Pedagang Meninggal karena Covid-19, Pasar Nglames Madiun Ditutup

Regional
Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya, Diduga Jatuh Saat Naik Truk ke Pangandaran, Ibu Syok

Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya, Diduga Jatuh Saat Naik Truk ke Pangandaran, Ibu Syok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X