Warga Kota Kupang Krisis Air Bersih

Kompas.com - 11/09/2020, 21:40 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi


KUPANG, KOMPAS.com - Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini kesulitan untuk memeroleh air bersih yang disalurkan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Hal itu disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT, Darius Beda Daton, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (11/9/2020) malam.

"Hingga saat ini semua wilayah di kota ini mengeluh air macet. PDAM belum ketemu solusinya," ungkap Darius.

Darius menuturkan, keluhan warga itu disampaikan melalui pesan singkat dan juga pesan multimedia.

Baca juga: Lemas dan Panas, Satu Keluarga Sopir Taksi di Madiun Terjangkit Covid-19

Keluhan warga Kota Kupang dan Kabupaten Kupang itu sejak Juli hingga saat ini.

"Ternyata setelah saya diskusi dengan PDAM, katanya debit air turun drastis. Dan PDAM tak bisa memastikan kapan debit air normal," ujar Darius.

"Jalan El Tari saja yang sumber dari mata air Oepura sudah tak mengalir satu bulan ini," sambung dia.

Terkait persoalan kekurangan sumber air baku di kota ini, maka pihaknya akan mengomunikasikan dengan Wali Kota Kupang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bulan ke-3 Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac China, 20 Persen Relawan Alami Gejala Ringan

Bulan ke-3 Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac China, 20 Persen Relawan Alami Gejala Ringan

Regional
Jelang Debat Pilkada, Cawabup Lamongan Nomor Urut 2 Positif Covid-19

Jelang Debat Pilkada, Cawabup Lamongan Nomor Urut 2 Positif Covid-19

Regional
Siswi Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Kebun, Tutupi Kehamilan dengan Baju Longgar

Siswi Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Kebun, Tutupi Kehamilan dengan Baju Longgar

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada Semarang, KPU Siapkan 1,2 Juta Surat Suara

Jelang Pencoblosan Pilkada Semarang, KPU Siapkan 1,2 Juta Surat Suara

Regional
Isu Urbanisasi Mencuat dalam Debat Kandidat Pilkada Wonogiri, Ini Tanggapan Kedua Calon

Isu Urbanisasi Mencuat dalam Debat Kandidat Pilkada Wonogiri, Ini Tanggapan Kedua Calon

Regional
7 Orang ASN di NTT Positif Covid-19 Usai Hadiri Pesta Nikah

7 Orang ASN di NTT Positif Covid-19 Usai Hadiri Pesta Nikah

Regional
Meninggal karena Covid-19, Bupati Situbondo Miliki Penyakit Bawan Hipertensi

Meninggal karena Covid-19, Bupati Situbondo Miliki Penyakit Bawan Hipertensi

Regional
Kasus Kerumuman Rizieq Shihab di Puncak Bogor, 12 Saksi Sudah Diperiksa, Tersangka Segera Ditetapkan

Kasus Kerumuman Rizieq Shihab di Puncak Bogor, 12 Saksi Sudah Diperiksa, Tersangka Segera Ditetapkan

Regional
Modifikasi 'Airsoft Gun' Jadi Senjata Api, Pria Ini Ditangkap Polisi, Mengaku Belajar Otodidak

Modifikasi "Airsoft Gun" Jadi Senjata Api, Pria Ini Ditangkap Polisi, Mengaku Belajar Otodidak

Regional
Nestapa Hidup Guru Honorer di Perbatasan RI-Malaysia, Pernah Digaji Rp 1 Juta Setahun

Nestapa Hidup Guru Honorer di Perbatasan RI-Malaysia, Pernah Digaji Rp 1 Juta Setahun

Regional
Sekolah Ambruk Dihantam Angin, Murid Belajar di Bawah Pohon, Batu Jadi Meja

Sekolah Ambruk Dihantam Angin, Murid Belajar di Bawah Pohon, Batu Jadi Meja

Regional
Polisi Bongkar Praktik Prostitusi 'Online' Melalui Aplikasi MiChat, Amankan 19 Orang

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi "Online" Melalui Aplikasi MiChat, Amankan 19 Orang

Regional
Patung Pahlawan Nasional Depati Amir Setinggi 12 Meter Dikerjakan Seniman Bali

Patung Pahlawan Nasional Depati Amir Setinggi 12 Meter Dikerjakan Seniman Bali

Regional
Lebih dari Sebulan 3 Anak di Langkat Hilang Misterius, Polisi Duga Diculik Bukan Dibunuh

Lebih dari Sebulan 3 Anak di Langkat Hilang Misterius, Polisi Duga Diculik Bukan Dibunuh

Regional
Jelang Coblosan Pilkada, KPU Karawang Kekurangan 2.243 Surat Suara

Jelang Coblosan Pilkada, KPU Karawang Kekurangan 2.243 Surat Suara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X