Perdana, Tes Covid-19 Massal Bakal Digelar di NTT Pekan Ini

Kompas.com - 02/11/2020, 23:06 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

KOMPAS.com - Tes massal Covid-19 bakal digelar di Kota Kupang, NTT, Rabu (4/11/2020). 

Tes massal ini dilakukan laboratorium biomolekuler hasil kerja sama Pemprov NTT dengan Universitas Nusa Cendana dan Forum Academia NTT.

'Kami sudah siap, jadi pada Rabu mendatang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang akan memulai pelaksanaan tes Covid-19 secara massal untuk pertama kalinya di NTT," kata Ketua Tim Pool Test Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat NTT Dr Fima Inabuy, kepada wartawan di Kupang, seperti dilansir dari Antara, Senin (2/11/2020).

Data hasil validasi dari Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan (BBTKL) Surabaya untuk 42 sample swab yang dikirim oleh Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Lab Biokesmas) Provinsi NTT, kata dia, hasilnya menunjukkan angka 99 persen akurat.

Baca juga: Kandang Berisi 12.000 Ayam Roboh Diterjang Banjir, Peternak Ini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Perbedaan hasil validasi 1 persen terjadi karena ada satu spesimen yang hasilnya berbeda antara tes usap hari pertama dan tes usap hari kedua.

"Sesungguhnya perbedaan ini pun terdeteksi dalam pemeriksaan pool oleh Lab Biokesmas, di mana ada satu sampel yang menunjukkan hasil berbeda di dua hari tes usap. Dalam proses validasi ini, prinsipnya Lab Biokesmas melakukan pemeriksaan sejumlah sampel dengan metode pooled-qPCR, yang kemudian dicross-check dengan tes individual-qPCR oleh Lab RSUD Prof Dr WZ Johannes dan Lab BBTKL Surabaya," ujar dia.

Hasil akurasi yang tinggi itu membuat pihaknya siap untuk melaksanakan tes Covid-19 massal.

"Sebab, keyakinan tim dari lab Biomolekuter itu terbukti, bahwa pool test yang dilakukan di level surveillance ketika dites secara individual pun hasilnya sama," kata dia.

Tes massal yang akan dilakukan pada Rabu mendatang membutuhkan pelaksanaan persiapan teknis seperti administrasi dan lainnya.

 

“Kuncinya ada di pengelompokan sampel yang tepat berdasarkan penelusuran epidemiologi (PE) di lapangan, karena itu pengisian form PE secara lengkap akan sangat membantu proses pool-test,” tambah dia.

Tes massal Covid-19 dinilai menjadi syarat mutlak untuk mendata penyebaran corona di tengah meningkatnya angka transmisi lokal dan angka kematian di NTT.

Kepala Dinas Kesehatan NTT David Mandala mengatakan, dirinya mengapresiasi hal tersebut dan mengusulkan untuk secepatnya dilakukan tes massal karena memang potensi penyebaran Covid-19 sangat tinggi.

Baca juga: Banjir Landa 5 Desa di Pasuruan, 6.379 Kepala Keluarga Terdampak

"Sampai dengan hari ini total kasus konfirmasi positif Covid-19 di NTT sebanyak 694 orang, saat ini ada 184 orang yang masih dalam perawatan (27 persen), sudah 502 orang sembuh (72 persen) dan 8 meninggal (1,2 persen),” ujar dia.

Dari data yang dikumpulkan dari tim Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi NTT, total kasus yang berasal dari transmisi lokal berada pada urutan pertama dengan jumlah kasus mencapai sebanyak 262 diikuti kasus dari klaster atau kelompok yang berjumlah 251 orang, pelaku perjalanan 160 orang dan klaster lain-lain 21 orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Sebut Warga Korban Longsor di Manado Bakal Direlokasi ke Rusun

Risma Sebut Warga Korban Longsor di Manado Bakal Direlokasi ke Rusun

Regional
KPU Karawang Tunda Penetapan Paslon Terpilih

KPU Karawang Tunda Penetapan Paslon Terpilih

Regional
Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Pramugari Sriwijaya Air Mia Trestyani di Rumah Duka

Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Pramugari Sriwijaya Air Mia Trestyani di Rumah Duka

Regional
Istri Meninggal, Pasien Covid-19 di Tangerang Nekat Mudik ke Purbalingga

Istri Meninggal, Pasien Covid-19 di Tangerang Nekat Mudik ke Purbalingga

Regional
Cuaca Ekstrem, Nelayan di Sumsel Tidak Berani Melaut

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Sumsel Tidak Berani Melaut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

Regional
Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Regional
Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Regional
10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

Regional
Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

Regional
Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Regional
'Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka'

"Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X