Cerita Petani Cetak Uang Palsu Ratusan Juta Rupiah dengan Printer, Terbongkar Setelah Ditolak Saat Beli Kain

Kompas.com - 18/11/2020, 12:58 WIB
Ilustrasi uang Dok. KredivoIlustrasi uang

KOMPAS.com- Seorang petani di Kota Kupang, NTT, nekat mencetak uang ratusan juta rupiah dengan menggunakan printer.

Dari tangan pelaku berinisial JB (55) itu, aparat Polsek Kepala Lima, Kupang, mengamankan uang kertas sejumlah Rp 353.500.000.

Uang tersebut rencananya dibawa ke Timor Leste dan ditukar dengan dollar. Namun, polisi yang telah mengetahui hal itu kemudian menangkap JB dan menggagalkan rencananya.

Baca juga: Petani Cetak Uang Palsu Rp 353 Juta, Hendak Dibawa ke Timor Leste

Bermula dari membeli kain dan ditolak

Ilustrasi uang/ upah minimum UMK UMPKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi uang/ upah minimum UMK UMP
Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P Binti Tarung mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal ketika seseorang membeli kain dengan uang palsu, tetapi ditolak oleh kasir.

Hal tersebut diketahui masyarakat hingga informasinya menyebar.

"Dari situlah dilakukan penyelidikan oleh unit Reskrim Polsek Kelapa Lima," ungkap Satrya kepada sejumlah wartawan di Kupang, Rabu (18/11/2020).

Namun, pelaku kemudian berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak.

"Proses penyelidikan berlangsung lebih kurang selama satu bulan lantaran pelaku berpindah-pindah tempat tinggal," ujar dia.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Petani Pengedar Uang Palsu Rp 353,5 Juta di Kupang

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
Bulan ke-3 Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac China, 20 Persen Relawan Alami Gejala Ringan

Bulan ke-3 Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac China, 20 Persen Relawan Alami Gejala Ringan

Regional
Jelang Debat Pilkada, Cawabup Lamongan Nomor Urut 2 Positif Covid-19

Jelang Debat Pilkada, Cawabup Lamongan Nomor Urut 2 Positif Covid-19

Regional
Siswi Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Kebun, Tutupi Kehamilan dengan Baju Longgar

Siswi Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Kebun, Tutupi Kehamilan dengan Baju Longgar

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada Semarang, KPU Siapkan 1,2 Juta Surat Suara

Jelang Pencoblosan Pilkada Semarang, KPU Siapkan 1,2 Juta Surat Suara

Regional
Isu Urbanisasi Mencuat dalam Debat Kandidat Pilkada Wonogiri, Ini Tanggapan Kedua Calon

Isu Urbanisasi Mencuat dalam Debat Kandidat Pilkada Wonogiri, Ini Tanggapan Kedua Calon

Regional
7 Orang ASN di NTT Positif Covid-19 Usai Hadiri Pesta Nikah

7 Orang ASN di NTT Positif Covid-19 Usai Hadiri Pesta Nikah

Regional
Meninggal karena Covid-19, Bupati Situbondo Miliki Penyakit Bawan Hipertensi

Meninggal karena Covid-19, Bupati Situbondo Miliki Penyakit Bawan Hipertensi

Regional
Kasus Kerumuman Rizieq Shihab di Puncak Bogor, 12 Saksi Sudah Diperiksa, Tersangka Segera Ditetapkan

Kasus Kerumuman Rizieq Shihab di Puncak Bogor, 12 Saksi Sudah Diperiksa, Tersangka Segera Ditetapkan

Regional
Modifikasi 'Airsoft Gun' Jadi Senjata Api, Pria Ini Ditangkap Polisi, Mengaku Belajar Otodidak

Modifikasi "Airsoft Gun" Jadi Senjata Api, Pria Ini Ditangkap Polisi, Mengaku Belajar Otodidak

Regional
Nestapa Hidup Guru Honorer di Perbatasan RI-Malaysia, Pernah Digaji Rp 1 Juta Setahun

Nestapa Hidup Guru Honorer di Perbatasan RI-Malaysia, Pernah Digaji Rp 1 Juta Setahun

Regional
Sekolah Ambruk Dihantam Angin, Murid Belajar di Bawah Pohon, Batu Jadi Meja

Sekolah Ambruk Dihantam Angin, Murid Belajar di Bawah Pohon, Batu Jadi Meja

Regional
Polisi Bongkar Praktik Prostitusi 'Online' Melalui Aplikasi MiChat, Amankan 19 Orang

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi "Online" Melalui Aplikasi MiChat, Amankan 19 Orang

Regional
Patung Pahlawan Nasional Depati Amir Setinggi 12 Meter Dikerjakan Seniman Bali

Patung Pahlawan Nasional Depati Amir Setinggi 12 Meter Dikerjakan Seniman Bali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X