Cerita Petani Cetak Uang Palsu Ratusan Juta Rupiah dengan Printer, Terbongkar Setelah Ditolak Saat Beli Kain

Kompas.com - 18/11/2020, 12:58 WIB
ilustrasi penjara(Shutterstock) KOMPAS.COM/HANDOUTilustrasi penjara(Shutterstock)

Terancam 15 tahun penjara

Selain uang palsu, polisi juga menyita satu tas tenteng berwarna hitam dan satu tas tenteng berwarna biru.

Kemudian, ada satu kulit kertas A4s warna hijau dalam keadaan robek, satu unit printer, dan 267 lembar kertas A4 bergambar tiga pecahan uang palsu Rp 100.000.

JB dijerat dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, subsider Pasal 244 subsider Pasal 245 KUHP.

Dia diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca juga: Cerita Kakak Beradik Tipu 92 Online Shop, Dilakukan Sejak 2012, Kerugian Hampir Rp 1 Miliar

Kasus terbesar di NTT

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur mengapresiasi langkah kepolisian yang menangkap JB.

Kepala BI Perwakilan NTT I Nyoman Aryawan Atmaja menilai kasus ini merupakan yang terbesar di NTT.

"Untuk kasus uang palsu yang diungkap aparat Polres Kupang Kota merupakan penangkapan tersangka pengedar uang palsu paling besar di Provinsi NTT ini," kata dia, dilansir dari Antara.

Selanjutnya, Bank Indonesia akan lebih sering melakukan sosialisasi terkait uang palsu agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere | Editor: Robertus Belarminus), Antara

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Pramugari Sriwijaya Air Mia Trestyani di Rumah Duka

Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Pramugari Sriwijaya Air Mia Trestyani di Rumah Duka

Regional
Istri Meninggal, Pasien Covid-19 di Tangerang Nekat Mudik ke Purbalingga

Istri Meninggal, Pasien Covid-19 di Tangerang Nekat Mudik ke Purbalingga

Regional
Cuaca Ekstrem, Nelayan di Sumsel Tidak Berani Melaut

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Sumsel Tidak Berani Melaut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

Regional
Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Regional
Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Regional
10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

Regional
Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

Regional
Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Regional
'Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka'

"Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka"

Regional
Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X