Bocah Berusia 8 Tahun Tewas Tertabrak Truk

Kompas.com - 25/11/2020, 13:16 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan lalu lintas

KUPANG, KOMPAS.com - Yesaya Amalo (33), pria asal Nemberala, Dusun II, Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat mengemudikan sebuah dump truk yang sedang terparkir.

Akibat tak menguasai mobil tersebut, akhirnya melindas HKAE, bocah berusia 8 tahun hingga tewas di tempat.

"Kejadiannya kemarin di Jalan Raya Jurusan Nemberala, Desa Lalukoen," ungkap Kasubbag Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Rabu (25/11/2020).

Kejadian itu, lanjut Anam, berawal ketika mobil dump truk yang dikemudikan oleh Yakob Sui diparkir di pinggir jalan sebelah kiri di lokasi kejadian.

Baca juga: Tukar Avanza Senilai Rp 105 Juta dengan Bunga Keladi, Iqbal Dicemooh

Saat itu, Yakob Sui hendak pergi muat batu pecah di dekat danau di Desa Lalukoen.

Korban saat itu dinaikan ke mobil truk oleh ayah kandungnya Soleman Adu Ello.

Korban duduk di bagian depan bersama sopir Yakobus Sui, dengan tujuan akan menunjukan jalan ke tempat untuk memuat batu pecah.

Sebelum berangkat, Yakob dan korban turun dari mobil untuk mencuci kaki dan tangan di pinggir jalan tempat parkir mobil.

Saat keduanya mencuci kaki dan tangan, datanglah Yesaya Amalo naik ke mobil dan menghidupkan mesin mobil.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

Regional
Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Regional
Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Regional
10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

Regional
Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

Regional
Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Regional
'Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka'

"Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka"

Regional
Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2021

Regional
Pengungsi Gempa di Majene Meninggal karena Kedinginan

Pengungsi Gempa di Majene Meninggal karena Kedinginan

Regional
Berlutut dan Menangis di Depan Wali Kota Malang, Istri Korban Longsor: Suami Saya, Pak, Suami Saya

Berlutut dan Menangis di Depan Wali Kota Malang, Istri Korban Longsor: Suami Saya, Pak, Suami Saya

Regional
Ridwan Kamil Sebut Tasikmalaya Lemah karena Tidak Muncul Berita Viral Covid-19

Ridwan Kamil Sebut Tasikmalaya Lemah karena Tidak Muncul Berita Viral Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X