Gubernur NTT Ingin Beli Vaksin Covid-19 Pakai APBD, Begini Penjelasan Pemprov...

Kompas.com - 07/01/2021, 06:15 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat sedang memberikan sambutan pada saat kunjungan kerja di Desa Nggongi, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Selasa (8/9/2020). KOMPAS.com/IGNASIUS SARAGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat sedang memberikan sambutan pada saat kunjungan kerja di Desa Nggongi, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Selasa (8/9/2020).

KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat ingin membeli vaksin Covid-19 menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Vaksin Covid-19 yang dibeli memakai APBD itu akan diberikan kepada seluruh masyarakat NTT.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, hal itu merupakan ide besar Gubernur Viktor.

"Ini ide besar dari Bapak Gubernur, yang tentunya akan kita koordinasi dulu dengan Kementerian Kesehatan," kata Marius ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (6/1/2021) malam.

Marius menjelaskan, vaksin yang dibeli menggunakan APBD itu bukan untuk disuntikkan kepada Gubernur Viktor saja. Vaksin itu dibeli untuk masyarakat NTT.

Ia pun menjelaskan alasan pembelian vaksin menggunakan APBD itu. Salah satunya, untuk meringankan beban pemerintah pusat.

Baca juga: New Man, Superhero yang Ingatkan Protokol Kesehatan Covid-19, Ternyata Seorang Camat...

"Jadi spirit-nya membantu meringankan beban pemerintah pusat, karena kita tahu defisit APBN kita banyak sekali karena tergerus untuk pandemi Covid-19," ujar dia.

Sedang hitung APBD

Ide Gubernur Viktor itu telah ditindaklanjuti sejumlah staf di Pemprov NTT. Mereka, kata Marius, sedang menghitung kekuatan APBD NTT.

Meski begitu, Marius memastikan Pemprov NTT akan berkomunikasi dengan pemerintah pusat terlebih dulu.

Ia pun belum mengetahui vaksin buatan mana yang akan dibeli Pemprov NTT.

"Apakah nanti vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dari China atau negara lain. Tentu kita akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri," jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Januari 2021

Regional
Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Pengiriman Sabu Lolos dari Pemeriksaan di Bandara, Begini Modus Pelaku

Regional
Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Hendak Serah Terima Jabatan di Kantor Wali Kota, 5 Kepala Sekolah Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Tes Menjelang Tatap Muka, 37 Guru di Padang Panjang Positif Covid-19

Regional
10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

Regional
Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Tim Eri Cahyadi-Armuji Yakin Gugatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Anggota Geng Motor Pelaku Penusukan di Sumedang Ditangkap di Purwakarta

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Januari 2021

Regional
Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Kasus Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin, Pelaku Ternyata Napi di Lapas Surabaya

Regional
'Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka'

"Saya Menyekolahkan Mereka Lebih dari Rp 3 Miliar, Nyarinya Juga Hujan Panas demi Keperluan Mereka"

Regional
Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2021

Regional
Pengungsi Gempa di Majene Meninggal karena Kedinginan

Pengungsi Gempa di Majene Meninggal karena Kedinginan

Regional
Berlutut dan Menangis di Depan Wali Kota Malang, Istri Korban Longsor: Suami Saya, Pak, Suami Saya

Berlutut dan Menangis di Depan Wali Kota Malang, Istri Korban Longsor: Suami Saya, Pak, Suami Saya

Regional
Ridwan Kamil Sebut Tasikmalaya Lemah karena Tidak Muncul Berita Viral Covid-19

Ridwan Kamil Sebut Tasikmalaya Lemah karena Tidak Muncul Berita Viral Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X