Dianiaya Satpol PP hingga Babak Belur, Perempuan Ini Lapor Polisi

Kompas.com - 09/01/2021, 21:14 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KUPANG, KOMPAS.com - SDNM, warga Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan sejumlah anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP) ke kepolisian setempat.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, mengatakan, perempuan berusia 26 tahun itu melaporkan anggota Pol PP karena dianiaya menggunakan kayu.

"Korban lapor polisi karena dianiaya oknum anggota Pol PP, hingga mengalami luka memar di tangan kanan, lengan kanan. Memar di wajah bagian hidung, kening kanan dan pipi kanan," ungkap Krisna kepada Kompas.com, Sabtu (9/1/2021).

Kejadian itu, kata Krisna, berlangsung pada Jumat (8/1/2021) malam, sekitar pukul 22.00 Wita.

Baca juga: Modus Tawarkan Pekerjaan, Pria Ini Cabuli Gadis 17 Tahun hingga Hamil

Aksi penganiayaan itu, lanjut Krisna, bermula ketika SDNM mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi DK 6534 KAY.

Korban dibonceng oleh temannya bernama RGB dari arah jembatan Payeti menuju Pos Lantas Kota.

Tiba di depan bengkel Padolo, mereka melihat ada razia dari TNI dan Pol PP.

"Mereka mendengar teriakan berhenti dari arah kanan dan kiri jalan. Keduanya lalu menepi secara perlahan-lahan," ujar Krisna.

Namun, dari arah kanan korban beberapa oknum pol PP tiba-tiba menganiaya korban dengan cara memukul menggunakan kayu sebanyak empat Kali.

"Korban hanya bisa melindungi diri dengan mengangkat kedua tangan sembari menutup wajah korbannya," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Lima Kecamatan di Kabupaten Semarang Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Januari 2021

Regional
Pengungsi Gempa di Majene Meninggal karena Kedinginan

Pengungsi Gempa di Majene Meninggal karena Kedinginan

Regional
Berlutut dan Menangis di Depan Wali Kota Malang, Istri Korban Longsor: Suami Saya, Pak, Suami Saya

Berlutut dan Menangis di Depan Wali Kota Malang, Istri Korban Longsor: Suami Saya, Pak, Suami Saya

Regional
Ridwan Kamil Sebut Tasikmalaya Lemah karena Tidak Muncul Berita Viral Covid-19

Ridwan Kamil Sebut Tasikmalaya Lemah karena Tidak Muncul Berita Viral Covid-19

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 Januari 2021

Regional
Pria Ini Ditangkap 5 Hari Sebelum Menikah, Terpaksa Ijab Kabul di Kantor Polisi

Pria Ini Ditangkap 5 Hari Sebelum Menikah, Terpaksa Ijab Kabul di Kantor Polisi

Regional
Banjir Kalsel, 6 Warga Masih Dinyatakan Hilang

Banjir Kalsel, 6 Warga Masih Dinyatakan Hilang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 20 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 20 Januari 2021

Regional
Bangun Solidaritas, Ganjar Kirim 15 Relawan untuk Bantu Penanganan Korban Gempa Sulbar

Bangun Solidaritas, Ganjar Kirim 15 Relawan untuk Bantu Penanganan Korban Gempa Sulbar

Regional
Gempa Magnitudo 5,5 di Maluku Tenggara, Warga: Kami Tidak Rasakan Gempa di Sini

Gempa Magnitudo 5,5 di Maluku Tenggara, Warga: Kami Tidak Rasakan Gempa di Sini

Regional
Warga Banyumas yang ke Luar Kota Wajib Kantongi Hasil Tes Cepat Antigen

Warga Banyumas yang ke Luar Kota Wajib Kantongi Hasil Tes Cepat Antigen

Regional
Kasus Corona di Karawang Tertinggi Selama 3 Hari, Berikut Sebarannya

Kasus Corona di Karawang Tertinggi Selama 3 Hari, Berikut Sebarannya

Regional
Tempat Tidur Penuh, 20 Pasien Covid-19 Dirawat di IGD RSUD Kanujoso Balikpapan

Tempat Tidur Penuh, 20 Pasien Covid-19 Dirawat di IGD RSUD Kanujoso Balikpapan

Regional
Donasi untuk Korban Gempa Dipakai Beli Miras, Empat Remaja Diamankan

Donasi untuk Korban Gempa Dipakai Beli Miras, Empat Remaja Diamankan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X